Minggu, 30 Oktober 2016

Biasakan Selalu Mengucapkan Maaf



“Maaf” empat huruf yang penuh dengan makna dan identik dengan sebuah ungkapan permintaan atau permohonan ampun ataupun penyesalan karena suatu kesalahan. Maaf juga merupakan sebuah wujud kebaikan serta rasa sayang yang tulus kepada orang lain dan tidak menyalahgunakannya. Namun apa jadinya jika kata “maaf” ini mulai tergantikan oleh kata asing yaitu “sorry”.
Kata “sorry” sepertinya sudah tidak asing lagi kita dengar bahkan sudah menjadi bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Terbukti kini hampir semua kalangan dari muda hingga tua lebih cenderung menggunakan kata “sorry”. Entah sejak kapan kata “sorry” ini muncul, dari mana, dan siapa yang memulainya. Memang benar sejak ada kata “sorry” orang menjadi susah untuk mengucapkan “maaf”. Terkadang kita sudah tahu kita telah melakukan kesalahan dan secara langsung kita akan mengatakan "sorry ya" daripada "maaf ya".
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak dapat menghindari kata “sorry” yang telah membudaya di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan orang lebih cenderung menggunakan kata “sorry” daripada kata “maaf”.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan kata “maaf” mempunyai arti ungkapan permintaan ampun atau penyesalan.
Untuk seseorang mengucapkan kata “sorry” tentunya hal yang wajar dan sepele namun dari hal sepele itulah menjadikan sebuah kata menjadi kebiasaan yang terus berlanjut hingga sekarang. Sebenarnya banyak manfaat yang kita dapat dari pengucapan kata “maaf” diantaranya yaitu:
·         Mengikat kebahagiaan antara kedua belah pihak yang terlibat konflik

  1.  Mampu memberikan senyum ketulusan serta kebahagiaan karena telah membuat batin kita menjadi lebih tenang
  2. Mematahkan cengkraman rasa sakit pada pikiran kita
  3. Melatih untuk lebih peka dan menjadikan pribadi yang selalu menanamkan moral yang baik.
  4. Membangkitkan rasa jujur dan tulus dalam pengucapan maaf
  5.  Mampu melepaskan rasa bersalah

Lebih baik selalu mengucapkan kata “maaf” karena selain lebih santun juga bisa mengurangi kebiasaan kita yang selalu menggunakan kata “sorry”. Memang terlihat simple namun pengucapan “sorry”  terkesan kurang santun jika pengucapan kata “sorry” ini kita ucapkan kepada orang yang baru kita kenal, atau bahkan kepada orang yang lebih dewasa.
Kita tidak pernah tahu isi hati serta perasaan seseorang dan kita juga tidak bisa selalu menganggap yang keluar dari mulut kita itu benar dan tidak menyakitin orang lain. Secara sadar dan tidak sadar, langsung dan tidak langsung, terkadang yang kita pikir benar belum tentu dinilai benar oleh orang lain.
Sebaiknya mulai dari sekarang kita, harus membiasakan mengucapkan maaf. Kita sebagai warga Indonesia haruslah lebih melatih penggunaan tutur kata bahasa Indonesia dengan baik, walaupun dimulai dari satu kata yang sederhana. Hal ini tentunya bisa merubah kebiasaan kita yang selalu meniru ucapan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Cobalah unuk menggunakan kata Indonesia yang benar mulai dari kata-kata yang sederhana. Seiring berjalannya waktu, kita nantinya akan terbiasa.

Dampak Perkembangan Gadget dan Media Sosial




Pada era globalisai sekarang, kehidupan manusia terus mengalami kemajuan disegala aspek. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang diikuti oleh arus informasi membuat masyarakat lebih terbuka pada pengetahuan. Saat ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perkembangan media juga ikut berperan aktif dalam perubahan gaya hidup seseorang. Khususnya media sosial yang menawarkan beragai kemudahan dalam mengakses informasi.
Berkembangnya teknologi seperti gadget juga mendorong berkembangnya media sosial itu sendiri. Melalui gadget, media sosial menyediakan berbagai macam aplikasi khusus yang dikemas secara menarik, sehingga banyak peminatnya. Dari semua itu, ternyata banyak pengaruh dari media sosial itu sendiri, baik yang disadari maupun yang tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang media sosial justru menjadi bumerang bagi penggunanya sendiri.
Kurangnya berkomunikasi antar sesama secara langsung merupakan salah satu gaya hidup yang kini semakin terasa dan terlihat jelas karena adanya media sosial. Saat ini kebanyakan orang lebih memilih berkomunikasi melalui media sosial daripada berkomunikasi secara langsung tata muka. Dalam kehidupan sehari-hari, orang cenderung lebih asyik dengan gadget mereka masing-masing tanpa mempedulikan disekitar mereka.
Bisa kita jumpai di tempat umum misalnya di commuter line atau busway kebanyakan orang asyik menunduk. Gerakan menunduk merupakan salah satu ungkapan yang sudah tidak asing didengar akhir-akhir ini. Hal itu merupakan ungkapan dimana banyak manusia sekarang yang terlalu sibuk dengan gadget dan media sosial mereka sehingga mereka selalu menunduk dan hampir tidak peduli dan berkomunikasi dengan orang yang ada di sekitarnya bahkan yang ada di sebelahnya.
Ini terlihat seperti yang dekat menjadi jauh ketika dimana banyak orang-orang terlalu sibuk menunduk dengan gadget mereka. Mereka juga terlalu asik dengan gadget mereka sehingga seolah-olah mereka lebih membutuhkan gadget mereka daripada orang yang ada di sekitar mereka. Hal ini tentu menjadi satu keprihatinan yang mendalam bahwa media sosial membuat hidup seseorang kurang mengenal keadaan dari dunia sekitarnya. Ini membuat mereka akan lebih memiliki dunianya sendiri dan bisa melupakan tugas dan kehidupan sosial dengan teman–teman di dunia nyata.
Diperlukan kesadaran dalam penggunaan media sosial ini supaya menjadi pengguna yang bijak dan bisa  memanfaat media sosial dengan cermat. Jangan cenderung melihat sisi praktis dan efektif dari media sosial tersebut. Kita diharapkan dapat menjadi pengguna yang pintar dan harus menyesuaikan diri sebagaimana tatanan berkomunikasi secara langsung.


Selasa, 13 September 2016

Pemahaman Tentang Kemudahan Media Online

Media online siapa yang tidak kenal dengan media online?  Di era serba digital ini, semua tentunya tahu dan sering menggunakannya. Terlebih dengan berkembangnya bidang teknologi dan ilmu pengetahuan menurut saya ini akan menuntut masyarakat untuk tahu akan segala informasi terbaru. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa media online juga ikut berperan aktif dalam penyajian informasi, salah satunya dalam penyampain sebuah berita.
Menurut pandangan umum media online merupakan segala informasi terutama dalam sebuah berita yang disajikan dalam bentuk teks, foto, video bahkan suara yang dapat diakses melalui internet. Selain itu menurut saya media online merupakan wadah dalam menyajikan karya jurnalistik untuk melaporkan fakta dan opini narasumber terhadap suatu peristiwa dalam bentuk berita atau feature, yang nantinya distribusikan melalui internet
Media online lahir setelah adanya media cetak (seperti koran, majalah, tabloid, dan buku) dan media elektroik (seperti televisi dan radio). Ini membuktikan bahwa media online akan menjadi pelengkap dari kedua media tersebut. Dari ketiga media tersebut, saya melihat banyak orang yang lebih tertarik menggunakan media online karena kemudahan dalam mengakses berita melalu internet.
Sebagai seorang wartawan yang bekerja di media online, kita dituntut untuk cepat dalam melaporkan sebuah berita. Sebab banyak sebagian dari masyarakat yang memilih media online sebagai media yang mengakses sebuah berita secepat mungkin. Adanya media online ini, kita dapat melihat berita-berita terbaru setiap menit bahkan setiap detiknya, karena media online tidak terbatas ruang dan waktu.
Penyajian berita dalam media online selalu menampilkan berita terbaru (up to date), karena masyarakat ingin selalu tahu kelanjutan dari sebuah berita. Dalam penyampaian berita di media online saya sering menjumpai ada beberapa yang mempunyai kelanjutan berita. Pada  penyajian berita awal wartawan akan menyampaikan minimal empat unsur berita, yaitu apa, siapa, kapan, dimana. Kemudian wartawan akan terus memperbaharui berita dengan menambahkan unsur mengapa dan bagaimana.
Selain itu kita juga harus menyajikan berita yang aktual, dalam arti menyampaikan sesuatu peristiwa yang sedang hangat dibicarakan dikalangan masyarakat. Namun dalam keaktualan sebuah berita, saya sarankan untuk memilih angle (sudut pandang) yang berbeda. Supaya nantinya berita yang disampaikan akan mempunyai sesuatu yang berbeda dari berita yang lain dan akan membuat berita kita akan lebih menarik untuk dibaca.
Sebuah berita di media online menurut saya harus ditulis secara singkat, padat dan yang paling penting mudah dipahami oleh pembaca. Singkat dalam arti tulisan tidak terlalu panajang, karena orang lama-lama akan merasa jenuh jika membaca sebuah berita yang terlalu panjang. Padat mempunyai point-point penting dalam sebuah isi berita dengan menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami pembaca. Sebab berita yang disajikan di media online bisa dibaca oleh ratusan bahkan ribuan pembaca.
Demikianlah pejelasan tentang pengertian media online dan pembahasan tentang media online yang saya ketahui. Bisa disimpulkan media online merupakan wadah karya jurnalistik dalam menyampaikan informasi serta berita dalam bentuk teks, foto, video bahkan suara yang diakses melalu internet dan media online ini masih berkaitan dengan kontens komunikasi massa.