“Maaf”
empat huruf yang penuh dengan makna dan identik dengan sebuah ungkapan
permintaan atau permohonan ampun ataupun penyesalan karena suatu kesalahan. Maaf
juga merupakan sebuah wujud kebaikan serta rasa sayang yang tulus kepada orang
lain dan tidak menyalahgunakannya. Namun apa jadinya jika kata “maaf” ini mulai
tergantikan oleh kata asing yaitu “sorry”.
Kata
“sorry” sepertinya sudah tidak asing
lagi kita dengar bahkan sudah menjadi bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat
Indonesia. Terbukti kini hampir semua kalangan dari muda hingga tua lebih
cenderung menggunakan kata “sorry”. Entah sejak kapan kata “sorry” ini muncul, dari mana, dan siapa
yang memulainya. Memang benar sejak ada kata “sorry” orang menjadi susah untuk mengucapkan “maaf”. Terkadang kita
sudah tahu kita telah melakukan kesalahan dan secara langsung kita akan mengatakan "sorry ya" daripada "maaf
ya".
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak dapat menghindari kata “sorry” yang
telah membudaya di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan orang lebih
cenderung menggunakan kata “sorry”
daripada kata “maaf”. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
menjelaskan kata “maaf” mempunyai arti ungkapan permintaan ampun
atau penyesalan.
Untuk
seseorang mengucapkan kata “sorry”
tentunya hal yang wajar dan sepele namun dari hal sepele itulah menjadikan
sebuah kata menjadi kebiasaan yang terus berlanjut hingga sekarang. Sebenarnya
banyak manfaat yang kita dapat dari pengucapan kata “maaf” diantaranya yaitu:
·
Mengikat kebahagiaan antara kedua belah
pihak yang terlibat konflik
- Mampu memberikan senyum ketulusan serta kebahagiaan karena telah membuat batin kita menjadi lebih tenang
- Mematahkan cengkraman rasa sakit pada pikiran kita
- Melatih untuk lebih peka dan menjadikan pribadi yang selalu menanamkan moral yang baik.
- Membangkitkan rasa jujur dan tulus dalam pengucapan maaf
- Mampu melepaskan rasa bersalah
Lebih
baik selalu mengucapkan kata “maaf” karena selain lebih santun juga bisa
mengurangi kebiasaan kita yang selalu menggunakan kata “sorry”. Memang terlihat simple namun pengucapan “sorry”
terkesan kurang santun jika pengucapan kata “sorry” ini kita ucapkan kepada orang yang baru kita kenal, atau
bahkan kepada orang yang lebih dewasa.
Kita
tidak pernah tahu isi hati serta perasaan seseorang dan kita juga tidak bisa
selalu menganggap yang keluar dari mulut kita itu benar dan tidak menyakitin
orang lain. Secara sadar dan tidak sadar, langsung dan tidak langsung, terkadang
yang kita pikir benar belum tentu dinilai benar oleh orang lain.
Sebaiknya
mulai dari sekarang kita, harus membiasakan mengucapkan maaf. Kita
sebagai warga Indonesia haruslah lebih melatih penggunaan tutur kata bahasa
Indonesia dengan baik, walaupun dimulai dari satu kata yang sederhana. Hal ini
tentunya bisa merubah kebiasaan kita yang selalu meniru ucapan bahasa asing
dalam kehidupan sehari-hari. Cobalah unuk menggunakan kata Indonesia yang benar
mulai dari kata-kata yang sederhana. Seiring berjalannya waktu, kita nantinya
akan terbiasa.
Niceee bangetttt ☺👍
BalasHapusMakasih yaaa
HapusKadang masih banyak org yg enggan mengucap kata maaf. Menurut saya pun kata sorry kadang agak menyepelekan atau tidak terlalu merasa bersalah atas kesalahan yg dibuat. Artikel yg menarik 👍
BalasHapusTerima Kasih. Semoga kedepannya makin banyak orang yang selalu mengucapkan kata maaf.
HapusWah setuju banget sama artikel ini! Menarik sekali. Memang benar terkadang kata sorry terdengar kurang tulus dibandingkan kata maaf.
BalasHapusMau nambahin juga, selain itu orang kita juga masih susah buat nerapin kata "tolong" dan "terima kasih" entah apa kita semakin lama menjadi manusia yg egois? Atau entah karena gengsi or lupa.
Btw, ditunggu tulisan selanjutnya!
semoga kedepannya kita lebih baik lagi yaa dalam pengucapan suatu kata walaupun kata itu terkesan sederhana dan biasa.
Hapusterima kasih yaa atas masukannya. Insya Allah di tunggu aja yaa tulsan selanjutnya.
Sense of bapernya juga harus dikurangin sih sebenerny
BalasHapussebenarnya tergantung tulus atau enggaknya niat mereka untuk meminta maaf. semoga bapernya dikurangin yaa kedepannya.
HapusWah bener bgt, sekarang jamannya kalo orang marah kurang di hargain, gara2 muncul kata "baper"
BalasHapusSemoga kedepannya kita lebih baik lagi yaa. Amin.
HapusSetujuuu. Akhirnya ada yang menyuarakan betapa maaf itu penting. Apalagi manusia tempatnya salah, sadar atau enggak. Satu kata "maaf" yang tulus mu gkin banget untuk ngapus kesalahan yang lalu-lalu.
BalasHapusMakasih yaaa. Semoga kita terbiasa mengucapkan kata maaf dengan tulus yaa, walaupun dari kesalahan kecil. Namun niatan maaf yang tulus niscaya akan membuat orang memaafkan kita dengan tulus juga.
HapusMaaf memang tak bisa memperbaiki masa lalu, tapi maaf bisa membuat masa depan lebih baik.
BalasHapusWaaahhh... Betul banget tuh kak.
HapusSetuju, gunakan maaf drpd sorry.
BalasHapusDengan maaf, hubungan akan lebih harmonis, eaaa
Budayakan kata "maaf"
HapusBener bgt kalau pengunaan sorry lebih terkesan basa basi dan simpel. tapi nggak nutup kemungkinan kalau kata maaf jg cuma sebatas basa basi. Jadi, mau sorry atau maaf balik lagi ke niat masing masing dan butuh ketulusan untuk mengucapkannya. Nice article! :)
BalasHapusBetul banget tuh mba. Semua kembali lagi pada niat kita. Terima Kasih mba.
HapusSebenarnya sopan dan maaf memiliki makna yang sama. Cuma saat ini sepertinya maaf dan sorry suka salah dipergunakan untuk memintaa maaf
BalasHapusSehingga penafsirannya pun menjadi lain dan akhirnya menimbulkan kesalahpahaman.
Artikel yang menarik serta membuka jalan pikiran kita akan kata sederhana tersebut.
Semoga apa disampaikan bisa bermanfaat
HapusSETUJU! Aku lebih seneng denger kata "maaf" daripada "sorry". Kesannya lebih tulus aja gitu :)
BalasHapusSetuju, budayakan kata maaf daripada "sorry"
BalasHapusSetuju banget kak. Kalo denger kata "sorry" justru udh kaya biasa banget, tapi kalo "maaf" kesannya jadi lebih tulus gitu.
BalasHapusmaafin kak :(
BalasHapusgatau kenapa tapi maafin aja :(
Iyya de. Aku maafin :^
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
HapusIya kok dimaafin dek. :)
HapusYa karena perkembangan di negara barat memang sangat cenderung berpengaruh di negara kita, hingga kita sudah terbiasa menggunakan kata "sorry" daripada kata "maaf"..
BalasHapusMungkin author mau memberikan solusi untuk mengatasi penggunaan kata sorry di negeri tercinta kita ini .. ^_^
Mulai dari sekarang kita biasakan untuk membiasakan mengucapkan kata "maaf". Sama halnya kita juga harus membiasakan mengucapkan kata "terima kasih" dan "tolong". Semoga kedepannya kita lebih baik lagi yaa dalam pengucapan suatu kata walaupun kata itu terkesan sederhana dan biasa.
Hapusmaaf dan sorry itu sama-sama gak mengubah apapun, kecuali kita bertindak untuk memperbaiki kesalahannya
BalasHapusyaaa.. betul banget. Memperbaiki kesalahan mampu menghentikan kesalahn yang sama.
Hapusbaik tulisannya bermanfaat sekali. ditunggu tulisan berikutnya.
BalasHapusArtikel yang bagus..."sorry" itu lebih menuju kesalahan tanpa sengaja dan terkesan basa basi, untuk "maaf" menurut saya lebih terhadap kesalah yg disengaja dan memberikan kesan lebih tulus jika diikuti intonasi yg baik
BalasHapusnice article kaaak
BalasHapusKhemm memang maaf itu kta yg santun dan baik, tapi bagaimana caranya agar warga kita yaitu indonesia khususnya anak" muda bisa menerapkan kata maaf smentara sekarang ini semua warga kita sudah mengenal kata gaul, " katanya gak gaul nnti ketinggalan jaman coy",.
BalasHapusKita sudah banyak tergerus dan terbawa oleh budaya asing, hingga terkadang kita lupa pada adat dan budaya tanah air sendiri.
BalasHapusSangat baik menguasai bahasa lain selain bahasa Indonesia, namun alangkah lebih baik lagi jika kita bisa menempatkan dan menggunakannya dengan bijak.
Btw, saya menemukan kata "merubah", itu salah, yang benar itu "mengubah".
wahh iya. terima kasih yaa kak sudah membetulkan kesalahan kata yang kurang baku.
Hapuskeren artikelnyaaa. Enak juga dibacanyaaaa
BalasHapusSetuju banget nih sama penulis, tulisannya sangat menarik, tidak nyangka bisa kepikiran menulis dengan topik ini. Keren!
BalasHapus